Menelusuri Tafsir Kontekstual Hasan Hanafi: Membangun Jembatan Antara Teks dan Zaman
DOI:
https://doi.org/10.63847/d5nqc319Kata Kunci:
Hasan Hanafi, tafsir kontekstual, hermeneutika, pemikiran Islam kontemporer, jembatan teks dan zamanAbstrak
Penafsiran terhadap Al-Qur’an menghadapi tantangan serius ketika teks suci yang diturunkan pada abad ke-7 harus dipahami dan diaplikasikan dalam realitas sosial modern yang terus berkembang. Dalam konteks ini, Hasan Hanafi, seorang pemikir Muslim kontemporer asal Mesir, menawarkan pendekatan tafsir hermeneutis dan kontekstual sebagai respons atas kecenderungan stagnasi penafsiran tekstual klasik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan metode tafsir kontekstual Hasan Hanafi dalam menjembatani teks Al-Qur’an dengan problematika zaman modern. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif melalui analisis isi terhadap karya-karya utama Hasan Hanafi, seperti Min al-‘Aqidah ila al-Tsaurah, Dirasat Islamiyah, dan al-Din wa al-Tsaurah fi Mishr. Hasil kajian menunjukkan bahwa Hanafi membangun model tafsir berbasis hermeneutika sosial, fenomenologi, dan teologi pembebasan yang menekankan rasionalitas, keadilan sosial, dan emansipasi umat. Ia juga mereinterpretasi konsep-konsep kunci seperti jihad, riba, dan khilafah agar relevan dengan sistem sosial-politik modern. Pendekatan tafsir Hasan Hanafi tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga transformatif, serta menawarkan paradigma baru dalam memahami Al-Qur’an yang responsif terhadap perubahan zaman dan kebutuhan umat manusia secara global.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Mayla Faiza Hanum, Muhammad Fauzi, Rizky Maspupah Daulay (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


