Martabat Kemanusiaan Perempuan dalam Perspektif Qiraah Mubadalah Karya Faqihuddin Abdul Kodir
DOI:
https://doi.org/10.63847/hqwnx544Kata Kunci:
Mubadalah, Martabat Perempuan, Faqihuddin Abdul KodirAbstrak
Dalam sejarah panjang pemikiran Islam, perempuan kerap kali diposisikan lebih rendah dalam teks-teks keagamaan maupun dalam praktik sosial keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep martabat kemanusiaan perempuan dalam perspektif Qiraah Mubadalah karya Faqihuddin Abdul Kodir. Buku ini menawarkan pendekatan baru dalam memahami teks-teks keagamaan dengan prinsip kesalingan (mubadalah), yakni memposisikan laki-laki dan perempuan sebagai subjek yang setara dalam relasi sosial, budaya, dan spiritual. Pendekatan ini menjadi alternatif atas pembacaan patriarkis yang selama ini mendominasi tafsir keislaman dan kerap merendahkan posisi perempuan. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan dan pendekatan hermeneutik, penelitian ini menganalisis bagaimana Qiraah Mubadalah merekonstruksi pemahaman tentang perempuan dalam Islam dan menegaskan eksistensi serta martabatnya sebagai manusia seutuhnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep mubadalah tidak hanya menegaskan kesetaraan gender dalam Islam, tetapi juga mendorong lahirnya relasi sosial yang adil, etis, dan humanis dan juga bagaimana kita saling menghormati nantara laki-laki dan perempuan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Asy-Syifa Arrozzaq, Fiki Maulana Malik Ibrahim, Muhammad Zarkasi Nur, Laila Sari Masyhur (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


