Konsep Makna Dalil Rezeki di dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Ibnu Katsir)
DOI:
https://doi.org/10.63847/bw9sft10Abstract
Rezeki seringkali dikaitkan dengan masalah ekonomi dan kesejahteraan manusia. Namun, pandangan ini dapat mengaburkan tujuan utama kehidupan manusia, yaitu beribadah kepada Allah SWT. Artikel ini meneliti konsep rezeki dalam Al-Qur'an melalui pendekatan tafsir tematik menggunakan Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir Al-Qur’an Al-Azim) karya Syekh al-Imam al-Hafidz Abu al-Fida, salah satu tafsir bil ma’tsur yang terkemuka. Dalam Al-Qur’an, istilah rezeki muncul 123 kali dengan berbagai bentuk. Menurut Ibnu Katsir, rezeki adalah segala sesuatu yang Allah anugerahkan kepada makhluk-Nya, yang berfungsi sebagai ujian untuk mengukur rasa syukur manusia. Rezeki ini dibagi dalam tiga kategori utama: rezeki yang dijamin, yang dibagikan, dan yang dijanjikan, dengan masing-masing memiliki mekanisme dan tujuan tersendiri dalam kehidupan. Penelitian ini menyoroti pemahaman yang lebih dalam tentang konsep rezeki untuk mendorong rasa syukur dan ketenangan dalam menjalani kehidupan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Mayla Faiza Hanum Hanum, Ali Akbar (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



